Langsung ke konten utama

LIMA PERBEDAAN ANTARA OBAT DAN SUPLEMEN

Obat dan suplemen bisa memiliki bentuk yang sama: pil, kapsul, atau tablet. Namun kita tidak bisa menyamakan keduanya, menganggap bahwa keduanya adalah pilihan tepat untuk dikonsumsi saat kita sakit. Beberapa suplemen, termasuk keluaran-keluaran High-Desert, memang bisa dikonsumsi dalam keadaan sakit maupun sehat, tetapi perbedaan antara obat dan suplemen cukup kentara. Berikut ini adalah enam perbedaan antara obat dan suplemen.

1. Obat dari Bahan Kimia, Suplemen dari Bahan Alami
Pertama, sekaligus yang utama, kita perlu mengetahui asal dan bahan-bahan dari segala sesuatu yang masuk ke tubuh kita. Pada konteks ini, perbedaan antara obat dan suplemen terletak di bahan keduanya. Obat dibentuk dari bahan-bahan sintetik yang diolah dan diuji coba di laboratorium. Meskipun suplemen juga melalui proses uji coba laboratorium, semua bahan yang membentuk suplemen berasal dari alam.

2. Obat untuk Orang Sakit, Suplemen untuk Siapa Saja
Kita tidak bisa meminum obat saat tubuh kita baik-baik saja, setidaknya kita tidak dianjurkan untuk itu. Obat hanya untuk orang yang merasa tubuhnya sakit, lalu menerima resep dari dokter sebagai penyembuhnya. Namun suplemen bisa dikonsumsi siapa saja, dalam artian orang yang sakit maupun orang yang sehat. Suplemen mungkin tidak menyembuhkan bagi orang sakit, tetapi ia menyingkat penyembuhan orang-orang sakit karena kaya akan nutrisi. Konsumsi suplemen yang dilakukan orang-orang sehat akan berdampak baik, yaitu penguatan sistem kekebalan tubuh sehingga mereka terhindar dari penyakit.

3. Obat Berdosis, Suplemen Tidak Berbatas
Jangan coba-coba meminum obat secara berlebih! Kalau kita diharuskan meminum parasetamol 250 mg empat kali sehari oleh dokter, maka sebatas itulah yang bisa kita terima dan yang akan berdampak baik pada tubuh kita. Konsumsi suplemen berbeda, ia dapat dilakukan dengan kadar yang tidak berbatas. Karena tubuh selalu membutuhkan nutrisi, konsumsi suplemen dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan tersebut.

4. Obat Menyisakan Racun, Suplemen Membuang Racun
Inilah perbedaan antara obat dan racun yang berkait dengan poin sebelumnya. Kalau kita mengonsumsi obat secara berlebih, tubuh kita akan dipenuhi oleh racun! Sisa-sisa obat, yang tidak memiliki manfaat apa-apa bagi tubuh, tidak bisa dikeluarkan dari tubuh kita dan akan berubah menjadi racun pada waktunya. Kalau kita dibebaskan dalam konsumsi suplemen, itu karena sisa suplemen (dan kelebihan kadarnya) dapat dikeluarkan oleh tubuh melalui keringat, urine, dan feses.

5. Obat Berefek Samping, Suplemen Bereaksi Awal
Sesuatu yang umum terjadi adalah seperti ini: kita meminum obat sakit kepala, lalu kita merasa mual. Hal itu karena obat selalu memiliki efek samping, walaupun beberapa jenis obat sudah diupayakan untuk memiliki efek samping yang minimal. Berbeda dengan obat, suplemen tidak memiliki efek samping. Manfaat dari konsumsi suplemen tidak mendatangkan masalah baru. Namun konsumsi suplemen, pada kasus yang sedikit, mendatangkan reaksi awal seperti pusing dan gatal-gatal. Tidak perlu takut, reaksi awal tersebut adalah tanda dimulainya proses detoksifikasi. [dl/HDI]





Komentar

Postingan populer dari blog ini

OBAT KUMUR TIDAK HANYA UNTUK BAU MULUT

Obat kumur telah lama menjadi teman andalan untuk mencegah bau mulut yang mengganggu rasa percaya diri. Tetapi ternyata selain itu ,  obat kumur  turut   berperan menjaga kesehatan mulut. Obat kumur umumnya adalah cairan antiseptik yang digunakan untuk membersihkan sela-sela gigi, permukaan lidah dan gusi, serta mulut bagian belakang atau kerongkongan. Penggunaan sebagian obat kumur bertujuan untuk mengurangi bau mulut. Sebagian obat kumur lainnya ditujukan untuk fungsi layaknya air liur, yaitu menjaga mulut tetap lembap dan menetralkan zat asam. Wabah Covid-19 sampe detik ini masih terjadi di beberapa Negara, termasuk Indonesia. Salah satu gejala awal Covid-19 adalah sakit tenggorokan. Bagaimana cara kita menjaga rongga mulut kita agar tetap bersih? Kita akan membuat mouthwash atau obat kumur sendiri dengan campuran Oralit dan Madu (Clover Honey)

Antioksidan

Di era industri seperti saat ini, meningkatnya polusi dan pencemaran di lingkungan memberikan dampak negatif pada kesehatan yang disebabkan oleh banyaknya RADIKAL BEBAS dalam polutan yang ada. Ada 3 macam antioksidan : 1. Primer : Galangin, Pinocembrin, Chrysin, Superoxide Dismute Glutathione peroxidase, Cacruloplasmin, Phenolic acid, Flovonoid. Merupakan pertahanan tubuh utama melawan radikal bebas. 2. Sekunder : Vitamin E, C, B, Carotine dan jebakan oleh asam urat dan bilirubin. Menghambat radikal bebas sebelum mereka menyebabkan rusaknya susunan DNA dalam sel. 3. Tersier : Methionie sulphoxidereductase. Memperbaiki sel tubuh bila terjadi kerusakan akibat serangan radikal bebas terhadap suatu sel. PENCEGAHAN & MEMPERCEPAT KESEMBUHAN Madu, royal jelly, propolis dan pollen adalah produk yang sangat kaya antioksidan, sehingga bila dikonsumsi setiap hari dapat berfungsi untuk pencegahan dan penyembuhan berbagai macam penyakit. Hal ini seaka...

SEHAT VS SAKIT

Setiap kali kita bercermin setiap kali pula kita melihat perbedaan pada fisik kita. Dengan bertambahnya usia, kita mulai membandingkan keadaan fisik kita saat ini dengan sebelumnya. Rambut mulai rontok dan beruban, kulit mulai keriput dan kering bahkan berjerawat, berat badan bertambah, serta perubahan fisik yang kita rasakan, misalnya mudah capek, mudah terserang penyakit, dan sering stress. Untuk mempertahankan kondisi dalam keadaan sehat dibutuhkan keseimbangan dari : 1. Gizi yang cukup Untuk bisa mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna dalam makanan sehari-hari sangatlah sulit, oleh sebab itu dibutuhkan food suplement (Dynamic Trio). Jadi food suplement berfungsi agar tubuh tidak mudah sakit. 2. Istirahat yang cukup Walaupun sudah menjaga kecukupan gizi yang baik, tapi tetap diutuhkan istirahat yang cukup, jika tidak, tubuh pun akan mengalami sakit. 3. Metal, rohani, dan sosial yang seimbang Karena manusia bukanlah makhluk yang individualis, dibutuhkan kehidupa...